Jumat, 13 April 2012

Kerusakan raster Blank pada TDA9381

Kerusakan raster Blank pada TDA9381

Bookmark and Share
Menangani pesawat yang menggunakan sirkit yang menggunakan UOC TDA9381 atau seri TDA lainnya, tentu kita akan menjumpai beberapa hal seperti dibawah ini :

* Pada saat pesawat dinyalakan pertama kali, munculnya raster lebih lama jika dibanding dengan pesawat yang menggunakan ic Jepang seperti misalnya seri Sanyo LA, Toshiba TA atau Mashushita M.
* Jika emisi katode R, G, B sudah berbeda jauh....maka munculnya raster makin membutuhkan lama
* Jika salah satu katode CRT sudah sangat lemah, maka raster tetap akan blank terus tidak mau nyala – keruskan bukan pada ic TDA. Banyak teknisi pemula yang terjebak pada kasus ini, menyangka bagian TDA yang rusak
* Pada saat raster masih gelap kadang kita melihat sebuah garis horisontal pada bagian layar atau bagian bawah layar. Hal ini biasanya dapat terlihat jika vertikal-size agak kurang lebar
* Kecuali 3 buah jalur R-out, G-out dan B-out – TDA mempunyai satu jalur hubungan lagi ke pcb CRT soket yang diberi nama AKB.
*
Biasanya dipasangkan dengan TDA6107 sebagai video-drive pada sirkit pcb CRT soket.
* Pada ic buatan Jepang – jika tegangan pada pin- R,G,B out nol, maka kerusakan pasti ada pada bagian ic tersebut. Tetapi pada TDA – jika tegangan pin- R,G,B out nol kerusakan belum tentu pada ic tersebut, dapat disebabkan kerusakan pada sirkit pcb CRT soket atau tabung CRT.
* Adjustment VR G2 (screen) kadang cukup kritis....jika terlalu kecil dapat menyebabkan raster gelap blank.....jika terlalu besar dapat menyebabkan layar nyala tanpa gambar dan ada garsis-garis blangking.
* Semua hal tersebut diatas, disebabkan karena TDA mempunyai sirkit Continuous Cathode Calibration (CCC) atau sirkit AKB (Automatic Cathode Bias).



Apa fungsi sirkit CCC itu ? Dan apa keuntungannya ?

* Dinamakan CCC atau AKB karena sirkit ini mampu menyetel (adjust) secara otomatis low-light white-balance R,G,B cut-off arus katode bias tabung CRT setiap kali pesawat dinyalakan pertama kali.
* Tabung CRT jika sudah digunakan beberapa lama, maka emisi ketiga katodenya tentu akan mengalami perubahan (degradasi). Perubahan masing-masing katode tidak selalu sama, misalnya warna G lebih cepat menurun menjadi lebih lemah. Hal ini tentu akan mengakibatkan “white balance” berubah. Gambar rambut orang yang hitam misalnya, mungkin berubah menjadi kemerah-merahan atau ke biru-biruan. Sirkit AKB berfungsi mengajust white-balance kembali setiap kali pesawat dinyalan pertama kali, hal ini untuk menjaga kualitas warna gambar yang selalu prima



Bagaimana cara kerja sirkit CCC ?

* Pada saat pertama pesawat dinyalakan pin-R,G,B-out di-muting sehingga tegangannya nol semua sehingga raster blank.
* Pulsa-pulsa pendek sebagai sampling akan dikeluarkan secara bergantian dari pin-R,G,B out pada setiap awal vertikal blangking. Sinyal sampling ini kadang dapat terlihat pada bagian atas atau bagian bawah layar.
* Pulsa-pulsa sampling akan menyebabkan arus katode R,G,B CRT.
* Besarnya masing-masing arus katode R,G,B akan diumpan balikkan kembali lewat jalur AKB atau IK ke ic TDA.
* Oleh bagian “Continuous Cathode Calibration” besarnya pulsa umpan balik sampling ini masing-masing akan dibandingkan dengan sebuah tegangan referensi untuk mengetahui seberapa kuat/lemahnya emisi katode.
* Kemudian ketiganya akan diadjust agar mendapatkan white-balance yang tepat. Proses pen-adjust-an ini kadang membutuhkan waktu lama jika emisi ketiga katode sudah tidak seimbang lagi. Oleh karena itu kadang munculnya raster kadang butuh waktu lama
* Jika white-balance sudah tercapai – maka muting akan dilepas – dan pada pin-R,G,B-out akan muncul tegangan dan raster menyala.
* Jika white-balance tidak dapat tercapai, maka R,G,B-out akan tetap di-muting nol volt...dan raster tetap gelap terus.


Keterangan :

* CCC = Continuos Cathode Calibration
* BLKIN = Black Current = AKB = IK = Cut-off
* BCLIN = Beam current = ABL
* Ic yang menggunakan sistim ini adalah seri TDA3562, TDA8366, TDA837x, TDA884x, TDA885x, TDA935x, TDA936x, TDA938x, TDA120xxx
* Banyak digunakan pada merk SONY, SAMSUNG dan SHARP



TROBLESUTING

Apa yang perlu dilakukan jika menjumpai raster blank dan tidak ada OSD pada sirkit TDA.

PERTAMA COBA NAIKKAN TEGANGAN SCREEN (G2) – dengan memutar kekanan VR screen



(1) Jika layar tetap blank, maka kemunginan penyebab adalah :

* Heater tidak menyala
* Bagian vertikal tidak kerja
* Tegangan screen short karena kerusakan kapasitor filter, CRT - G1 short dengan G2 atau flyback rusak
* CRT rusak (emisi habis)



(2) Jika raster nyala putih dengan garis-garis blangking, maka kemungkina penyebab adalah :

* Tidak ada pulsa FBP ke pin-34. Periksa jalur pulsa dari pin-AFC flybak ke pin-34.
* Kalau merk SAMSUNG pulsa FBP biasanya diambil dari kolektor transistor horisontal-out lewat kapasitor 681pf/2Kv. Cek mungkin jalur putus atau ada part yang short.
* Ada kerusakan salah satu part pada sirkit pcb CRT soket
* Tidak ada tegangan suply 180v
* Jalur umpan balik AKB atau IK dari pcb CRT soket ke pin-50 terputus
* Adjustment VR screen kurang pas (* baca keterangan dibawah)
* Tegangan heater kurang
* Kadang dapat dikoreksi dengan menaikkan tegangan hetaer



(3) Jika raster nyala dengan salah satu warna dominant, maka kemungkinan penyebab adalah :

* Emisi salah satu katode lemah (CRT rusak)
* Ada kerusakan pada salah satu penguat Video-drive R,G,B
* Tegangan heater kurang
* Kadang dapat dikoreksi dengan menaikkan tegangan heater



*Cara adjustment VR screen pada sirkit TDA :

* Putar VR kekanan, sehingga muncul garis-garis blangking
* Kembalikan step-by step (sedikit-demi-sedikit)
* Setiap kali mengurangi VR screen – tunggu beberapa saat – hal ini untuk memberi waktu sirkit CCC melakukan adjustment white-balance

Tidak ada komentar:

Posting Komentar